Dakwah Dalam Kajian Pola Komunikasi Lintas Budaya

 Dakwah Dalam Kajian Pola Komunikasi Lintas Budaya

Eksistensi dakwah akan senantiasa bersentuhan dengan realitas sosio-kultural yang mengitarinya, sesuai konsekuensi posisi dakwah, dakwah sebagai satu variabel dan problematika kehidupan sosial sebagai variabel yang lain, maka keberadaan dakwah dalam suatu komunitas dapat dilihat dari fungsi dan perannya dalam mempengaruhi perubahan sosial tersebut, sehingga lahir masyarakat baru yang diidealkan (khoiru ummah). Secara substansial dakwah merupakan pendidikan masyarakat, yang dalam pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan cita-cita pendidikan nasional. Tujuan seperti diamanahkan pendidikan nasional tersebut menempatkan dimenasi moral keagamaan sebagai bagian penting dalam proses berdakwah.[1]

Dakwah antar budaya merupakan kajian proses berdakwah mengajak seorang manusia untuk menyampaikan pesan-pesan agama Islam dan perilaku Islami sesuai dengan konsep budaya yang berkembang di masyarakat. Hakikat dakwah antar budaya itu bagaimana kita dalam berdakwah, menggunakan budaya sebagai materi, metode, alat, dan strategi sesuai dengan kondisi budaya sasaran dakwah (mad’u).

Dakwah merupakan sebuah proses transformasi nilai-nilai ajaran Islam kedalam masyarakat, oleh karena itu dakwah tidak akan pernah berhenti untuk berinteraksi dengan budaya dari masyarakat itu sendiri. Terdapat konsep dakwah yang mengedepankan cara-cara simpatik, bijaksana dan lebih humanis (Pimay, 2005. 45). Seperti pendekatan sosial dan budaya yang diterima oleh masyarakat luas. Memperhatikan ruang dan waktu, topik-topiknya aktual, menyentuh kebutuhan dasar mad’u dan isu-isu terkini dalam masyarakat. Teori-teori dakwah antar budaya berusaha mengetahui karakter budaya suatu masyarakat merupakan kunci utama dalam memahami dan mengembangkan dakwah antar budaya.[2]



[1] Al – Balagh, Vol. 1, No. 1, Januari – Juni 2016

[2] Masykurotus Syarifah – Budaya dan Kearifan Dakwah

Komentar