Aktivitas Komunikasi Lintas Budaya Verbal dan Non Verbal Dalam Dakwah

AKTIVITAS KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA VERBAL DAN NON VERBAL DALAM DAKWAH

Komunikasi verbal dalam Komunikasi Antarbudaya Simbol atau pesan verbal adalah Semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Hampir Semua rangsangan wicara yang kita sadari termasuk kategori pesan verbal disengaja, yaitu usaha-usaha yang dilakukan secara sadar untuk berhubungan dengan orang lain secara sabar. Suatu sistem kode verbal disebut bahasa. Bahasa dapat didefisinikan sebagai seperangkat simbol, dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol-simbol tersebut, yang digunakan dan dipahami suatu komunitas.[1]

Bahasa verbal adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan maksud kita. Bahasa verbal menggunakan kata-kata yang merepresentasikan berbagai aspek realitas individual kita. Konsekuensinya, kata-kata adalah abstraksi realitas kita yang tidak mampu menimbulkan reaksi yang merupakan totalitas objek atau konsep yang diawali kata-kata itu.[2]

Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu: 1. Bahasa Pada dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antara warganya satu sama lain.[3]

Kata Kata merupakan unit lambang terkecil dalam bahasa. Kata adalah lambang yang melambangkan atau mewakili sesuatu hal, entah orang, barang, kejadian, atau keadaan. Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian, atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata dan pikiran orang.[4]

Sering kita bertanya “Apa arti kata itu?” Kita menganggap bahwa arti atau makna dikandung setiap kata yang kita ucapkan. Sebenarnya kita keliru bila kita menganggap bahwa kata-kata itu mempunyi makna. Kitalah yang memberi makna pada kata. Dan makna yang kita berikan pada kata yang sama bisa berbeda-beda.[5]

Komunikasi nonverbal dalam Komunikasi Antarbudaya Kita mempersepsi manusia tidak hanya lewat bahasa verbalnya bagaimana bahasanya (halus, kasar, intelektual, mampu berbahasa asing dan sebagainya), namun juga melalui perilaku non verbalnya. Pentingnya perilaku non verbal ini misalnya dilukiskan dalam frase, ”bukan apa yang ia katakan tapi bagaimana ia mengatakannya”. Lewat perilaku non verbalnya, kita dapat mengetahui suasana emosional seseorang, apakah ia bahagia, bingung atau sedih.[6]

Secara sederhana pesan nonverbal adalah Semua isyarat yang bukan kata-kata. Menurut Larry A SaMovar dan Richard E porter, komunikasi nonverbal mencakup Semua rangsangan (kecuali rangsangan verbal) dalam suatu setting komunikasi, yang dihasilkan oleh individu dan penggunaan lingkungan oleh individu, yang memiliki nilai pesan potensial bagi pengirim atau penerima. Sebagaimana kata-kata, kebanyakan isyarat nonverbal juga tidak universal, melainkan terikat oleh budaya.[7]

Komunikasi non verbal meliputi ekspresi wajah, nada suara, gerakan anggota tubuh, kontak mata, rancangan ruang, pola-pola perabaan, gerakan ekkspresif, perbedaan budaya, dan tindaka-tindakan lain yang tidak menggunakan kata-kata. Pemahaman atas komunikasi non verbal lebih penting dari pemahaman atas kata-kata verbal yang diucapkan atau yang ditulis.[8]



[1] Ibid hlm 260.

[2] Ibid hlm 261.

[3] Agus,M. Hardjana. Komunikasi Intrapersonal & Komunikasi Interpersonal. (Yogyakarta: Kanisius, 2003), hlm 23.

[4] Agus M. Hardjana, Komunikasi Intrapersonal...., hlm 24.

[5] Deddy Mulyana, ilmu komunikasi......., hlm 281.

[6] Ibid hlm 342.

[7] Ibid hlm 343.

[8] Alo Liliweri, Makna Budaya dalam…, hlm 175-176.


Komentar