Definisi Dakwah Multikultural, Ruang Lingkup dan Komunikasi Lintas Budaya

 

DAKWAH MULTIKULTURAL

PENGERTIAN DAKWAH MULTIKULTURAL

Istilah Dakwah Multikultural bukanlah hal yang baru atau asing di dalam dunia dakwah. Dakwah Multikultural terdiri dari 2 kata yakni Dakwah dan Multikultural. Untuk bisa memahami secara lebih mudah, maka peneliti membahasnya satu-persatu :

Dakwah Seperti yang sudah dijelaskan diatas, dakwah adalah sebuah aktivitas mengajak manusia untuk melaksan perintah Tuhan, menuju jalan kebaikan dan menjauhi apa yang sudah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Multikultural Multikultural berasal dari dua kata; multi (banyak/beragam) dan cultural (budaya/kebudayaan), yang 19 secara etimologi berarti keberagaman budaya. Budaya yang mesti dipahami adalah bukan budaya dalam arti sempit, melainkan mesti dipahami sebagai semua dialektika manusia terhadap kehidupannya. Dialektika ini melahirkan banyak wajah, seperti sejarah, pemikiran, budaya, verbal, bahasa dan lain-lain. Bagi sebagian orang Multikultur belum sepenuhnya dipandang sebagai suatu pemberian takdir Allah. Terkait dengan hal tersebut Al-Qur’an sudah jelas menyatakan dalam surat Al-Hujurat ayat 13 :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Jadi, yang dimaksud dengan Dakwah Multikultural adalah aktifitas menyeru kepada jalan Allah melalui usaha-usaha mengetahui karakter budaya suatu masyarakat sebagai kunci utama untuk memberikan pemahaman dan mengembangkan dakwah. Secara teori, solusi problematika dakwah pada masyarakat yang rentan konflik dapat ditempuh melalui pendekatan antarbudaya, yaitu proses dakwah yang mempertimbangkan keragaman budaya antara da’i dan mad’u, dan keragaman penyebab terjadinya gangguan interaksi pada tingkat antarbudaya agar peran budaya agar peran dakwah dapat tersampaikan dengan tetap terpeliharanya situasi damai. Dalam Dakwah Multikultural, dakwah tidak hanya dipahami sebagai transformasi nilainilai Islam yang baik kepada masyarakat di bumi. Namun, hendaknya mengupayakan kesadaran nurani agar mengusung setiap budaya positif secara kritis tanpa terbelenggu oleh latar belakang budaya formal suatu masyarakat.

RUANG LINGKUP DAKWAH MULTIKULTURAL

Ruang lingkup kajian Dakwah Multikultural yang juga merupakan bidang dari kajian ilmu dakwah antara lain sebagai berikut :

Pertama, mengkaji dasar-dasar tentang adanya interaksi simbolik da’í dengan mad’u yang berbedalatar belakang budaya yang dimilikinya dalam rentangan perjalanan dakwah para da’i, nabi dan Rasul termasuk nabi yang terakhir dan hukti kehadiran Islam di Indonesia adalah sebagai produk dari kegiatan Dakwah Multikultural.

Kedua, menelaah unsur-unsur dakwah dengan mempertimbangkan aspek budaya yang berhubungan dengan unsur da’i, pesan, dakwah, metode, media, mad’u dan dimensi ruang dan waktu yang mewadahi keberlangsungan interaksi antarberbagai unsur dalam keberlangsungan dakwah.

Ketiga, mengkaji tentang karakteristik manusia baik posisinya yang menjadi da’i maupun yang menjadi mad’u melalui kerangka metodologi dalam antropologi.

Keempat, mengkaji tentang upaya dakwah yang dilakukan oleh masing-masing etnik dan antaretnik, baik lokal-nasional, regional maupun internasional.

Kelima, mengkaji problem yang ditimbulkan oleh pertukaran antarbudaya dan upaya-upaya solusi yang dilakukan dalam rangka mempertahankan eksistensi jati diri budaya masing-masing.

KOMUNIKAS LINTAS BUDAYA

Komunikasi lintas budaya adalah proses pertukaran pikiran dan makna antara orang-orang yang berbeda budaya. Ketika komunikasi tersebut terjadi antara orang-orang berbeda bangsa (international), antar etnik (interethnical), kelompok ras (interracial), atau komunikasi Bahasa (intercommunal), disebut komunikasi lintas budaya.

Menurut Liliweri (2003:9), dalam bukunya yang berjudul Komunikasi Antarbudaya, memberikan definisi komunikasi antarbudaya atau komunikasi lintas budaya sebagai pernyataan diri antarpribadi yang paling efektif antar dua orang yang saling berbeda latar belakang budayanya. Komunikasi Lintas Budaya dalam pengertian yang lebih luas lagi, merupakan pertukaran pesan yang disampaikan secara lisan, tertulis, bahkan secara imajiner antara dua orang yang berbeda latar belakang budaya.

PENGERTIAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA MENURUT PARA AHLI

1.      Hafied Cangara – Komunikasi lintas budaya adalah proses dimana suatu ide diberikan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih. Maksud dan tujan dari pemberian tersebut untuk mengubah tingkah laku mereka.

2.      P. Clint Rogers (2009) – Komunikasi lintas budaya adalah suatu bidang studi yang meneliti beberapa cara yang dilakukan oleh manusia. Cara - cara tersebut datang dari beberapa manusia yang memiliki latar belakang budaya berbeda untuk berkomunikasi dengan manusia yang lainnya (Cross-Cultural Issues in Online Learning dalam IGI Global Disseminator of Knowledge)

3.      Doris E. Cross (2016) – Komunikasi lintas budaya tidak hanya terbatas pada mempelajari bahasa asing. Namun juga termasuk memahami bagaimana pola-pola budaya dan nilai-nilai inti. Kemudian pemahaman tersebut berdampak pada proses komunikasi - bahkan ketika semua orang berbahasa Inggris (Globalization and Media’s Impact on Cross Cultural Communication: Managing Organizational Change dalam IGI Global Disseminator of Knowledge)

4.      Tatjana Takševa Chorney (2009) – Komunikasi yang terjadi di antara anggota yang berbeda budaya yang mana setiap nilai, pola berpikir, komunikasi dan perilakunya seringkali berlawanan dengan nilai-nilai, pola berpikir, komunikasi dan perilaku yang lain. (The World Wide Web and Cross-Cultural Teaching in Online Education dalam IGI Global Disseminator of Knowledge).

Komentar